1. Okky Jelly Drink2. Okky Bolo Drink
3. Inaco Jelly
4. Happydent White
5. Alloy Jelly
6. Donna Jelly
7. Lotte Juicy Fresh
8. Hore
9. Jas Jus
10. Disney SegarSari
11. Nutrisari Hangat
12. Segar Dingin
13. Frutilo Magic
14. Fortiplus
15. Vidoran Freshdrink
16. Hemaviton Jreng (???)
17. Pop Ice
18. Ice Milk Juus
19. Naturade Gold
20. MariMas
21. Finto
22. Buah Sari
23. MariTeh Instan
24. Teh Sisri
25. Marimas degan
26. Kola-Kola
27. Sparta
28. Pop Drink
Info dari republika
http://www.republik a.co.id/koran_ d...0154& kat_id=3
Si Manis Peracun Anak
Nyaris 1 juta dolar AS uang riset digelontorkan, sementara lebih dari
1.900 ekor tikus dilibatkan. European Ramazzini Foundation on
Oncology
and Enviromental, lembaga riset terkemuka di Italia itu, ingin
membuktikan, apakah betul Aspartam sejenis pemanis buatan itu
berbahaya bagi kesehatan.
Ramazzini tidak keliru. Bahkan, fakta yang mereka kantongi jauh lebih
lebih mengerikan ratusan tikus telah siap menunggu ajal. Aspartam,
pemanis nonkalori yang memiliki tingkat kemanisan 200 kali gula itu,
membikin tikus-tikus tadi langsung dihajar kanker mematikan. Riset
yang digelar pertengahan 2005 lalu itu membuat Uni Eropa kian yakin
dengan keputusan mereka melarang penggunaan pemanis buatan pada
produk
makanan. Jajanan anak-anak, terutama. Jepang, Malaysia, Brunei,
Vietnam, langsung mengekor langkah Uni Eropa. Mereka haramkan pula
Siklamat, jenis pemanis buatan yang diduga dapat memicu kanker.
Bagaimana Indonesia?
Alih-alih dilarang beredar, produk-produk ini sejak lama menjadi
kawan
akrab anak-anak SD. Mudah ditemui di warung-warung, bahkan dijajakan
secara besar-besaran di supermarket. Survei Lembaga Konsumen Jakarta
(LKJ) sepanjang Juni hingga Juli di sejumlah titik di DKI Jakarta
membuktikan hal itu.
''Dari 49 sampel yang kami ambil, lebih dari separuhnya mengandung
pemanis buatan dalam konsentrasi tinggi,'' kata Lies Permana Sari.
Anggota tim peneliti LKJ itu, kemarin (9/8), membeberkan temuan
mereka
yang telah dikonfirmasi laboratorium Sucofindo.
Disebut berkonsentrasi tinggi, sebab produk ini memuat kadar gula
berlipat-lipat. Selain mengandung gula murni, produk tadi juga
ditambahi pemanis. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
jelas-jelas mengatakan, pemanis buatan hanya digunakan pada pangan
rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula. Adapun sampel-sampel
yang disisir LKJ meliputi produk jelly, permen, dan minuman. Ini
produk jajanan anak-anak. ''Kami sengaja memilih jenis itu,'' dia
menambahkan. Ada 25 merek jelly, 16 merek minuman serbuk, dan delapan
merek permen. Kelebihan zat pemanis ditemukan bukan hanya pada
merek-merek tak terkenal, tetapi juga brand-brand yang sering nongol
di layar televisi.
Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu juga
seperti berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti
Okky
Jelly Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna
Jelly, Lotte Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan
Mariteh Instant, tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis
buatan Aspartam.
Ini, menurut Lies, menyangkut perkara cukup penting. Riset European
Ramazzini Foundation tahun silam membuktikan bahwa pemanis buatan
Aspartam berisiko memicu kanker dan leukimia pada tikus percobaan
bahkan pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/kg BB.
''Secara anatomis tikus mirip dengan manusia. Apa yang terjadi tikus
amat mungkin terjadi pula pada manusia,'' kata dr Nurhasan, anggota
tim riset LKJ. Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk
amat penting, sebab ada acceptable daily intake (ADI) atau batas
jumlah pemanis yang boleh dikonsumsi seseorang sepanjang hidup.
Bahkan, kata dia, jauh-jauh hari riset BPOM pada November-Desember
2002 sudah menunjukkan bahwa konsumsi Siklamat sudah mencapai 240
persen ADI, sementara Sakarin pemanis buatan pemicu kanker kemih
sebanyak 12,2 persen nilai ADI. Tak pelak, kata Lies, anak-anak
merupakan konsumen yang paling rentan terhadap dampak negatif dari
pemanis buatan. ''Otak mereka masih berkembang,' ' terang dia. Beragam
riset menunjukkan bahwa pemanis buatan, terutama Aspartam, berpotensi
memicu keterbelakangan mental akibat penumpukan Fenilalanin menjadi
Tirosin pada jaringan syaraf.
Berbeda dengan tikus, efek dari pemanis buatan pada manusia memang
tak
mewujud seketika. Ia terus berakumulasi dan akan dipanen setelah si
anak beranjak dewasa. ''Karena itu, ini boleh dibilang silent
disease,'' tutur Lies seraya mengutip riset di Italia yang
menunjukkan
bahwa sudah ada bukti serangan kanker akibat konsumsi pemanis buatan.
Apa alasan produsen menaburi pemanis makanan? Sulit dipungkiri,
terang
Lies, ini terkait dengan upaya mereduksi ongkos produksi. ''Kalau
dengan sedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentarasi
gula,
kenapa tidak dipakai?,'' kata Lies seraya mengatakan bahwa Aspartam,
Sakarin, dan Siklamat memiliki tingkat kemanisan dari 30 hingga 300
kali gula,
Menurut tim LKJ, As'ad Nugroho, BPOM hingga saat ini berkeras pemanis
buatan masih aman dikonsumsi umum asalkan memenuhi komposisi. Apalagi
ada 50 negara yang masih memperbolehkan meski soal aman tidaknya
pemanis buatan masih diperdebatkan hingga detik ini. Pada
kenyataannya, terang dia, soal komposisi aman ini banyak produsen
yang
membandel.
''Saat minta izin BPOM, mereka memberikan produk yang komposisinya
tepat. Ke pasar, mereka meluncurkan produk yang lain,'' kata dia.
Kamis, 28 April 2011
Siklamat, pemanis buatan pemicu kanker
Kamis, 14 April 2011
Susu Sari Biji Nangka
Kebutuhan susu nasional meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Di satu sisi, kita bersyukur bahwa ternyata kesadaran gizi masyarakat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, namun di sisi lain peningkatan permintaan tidak bisa diikuti oleh peningkatan produksi nasional. Selain itu harga susu masih sulit terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Susu kedelai yang seharusnya menjadi alternatif dirasakan juga semakin mahal karena harga bahan baku kedelai yang makin mahal. Seorang siwa SMA di Surakarta mempunyai ide mengganti kedelai dengan biji nagka sebagai bahan baku untuk membuat susu. Untuk lebih jelasnya Agata Retno Palupi siswa kelas XII IPA 1, SMA Muhamadiyah 1 Surakarta menyampaikan dalam program radio Kementerian Negara Riset dan Teknologi, IPTEK VOICE yang disiarkan oleh Bahana 101.8 FM, Kamis, 17 September 2009 pada pukul 08.00-08.45.
Agata menjelaskan, sari biji nangka pembuatannya sama dengan susu sari kedelai, tetapi karena harga kedelai mahal dan import, maka saya berpikir apa yang bisa kita buat seperti sari kedelai yang harganya lebih ekonomis dan gizinya lebih tinggi dibanding kedelai.
Cara pembuatan susu sari biji nangka:
1.Biji nangka direndam selama 12 jam, hingga kulitnya terkelupas
2.Biji nangka direbus sampai empuk
3.Diblender dan disaring
4.Direbus kembali kemudian ditambah gula sesuai selera.
"Kita melakukan uji lab, biji nangka memiliki kandungan fosfor dan kalsium dibandingkan sari kedelai, keunggulan lainnya rendah lemak, "jelas Agata. Hasil penelitian bahwa dalam setiap 100 gram sari biji nangka mengandung karbohidrat 18,74 gram, protein 0,29 gram, lemak 0,23 gram, kalsium 39,39 mg, kadar air 80,74 gram, kalori 74,96 kkal, fosfor 400 mg.
Agata menambahkan, tanggapan masyarakat sebanyak 20 orang, terhadap olahan sari biji nangka adalah sebanyak 71,25% menyatakan enak, sedangkan untuk olahan brownis ampas biji nangka adalah sebanyak 72,5% menyatakan enak, dan keuntungan yang bisa didapat dengan mengkonsumsi sari biji nangka dapat dilihat dari beberapa faktor, antara lain dari faktor ketersediaan bahan, segi ekonomi, segi gizi, serta segi kesehatan. Sehingga pemanfaatan biji nangka sebagai sari biji nangka dan brownis ampas biji nangka dapat dikembangkan. Untuk hasil terbaik harus dipilih dari biji nangka yang sudah tua dari varietas nangka kuning.
Dalam penelitian ini, Agata Retno Palupi melakukannya bersama Siti Rusminah dan dibimbing oleh guru pembimbing Sri Darwati, S.Pd, M.Pd. Hasil penelitian mereka tahun 2009 ini, ditetapkan sebagai pemenang harapan 2 Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tingkat nasional 2009
Agata menjelaskan, sari biji nangka pembuatannya sama dengan susu sari kedelai, tetapi karena harga kedelai mahal dan import, maka saya berpikir apa yang bisa kita buat seperti sari kedelai yang harganya lebih ekonomis dan gizinya lebih tinggi dibanding kedelai.
Cara pembuatan susu sari biji nangka:
1.Biji nangka direndam selama 12 jam, hingga kulitnya terkelupas
2.Biji nangka direbus sampai empuk
3.Diblender dan disaring
4.Direbus kembali kemudian ditambah gula sesuai selera.
"Kita melakukan uji lab, biji nangka memiliki kandungan fosfor dan kalsium dibandingkan sari kedelai, keunggulan lainnya rendah lemak, "jelas Agata. Hasil penelitian bahwa dalam setiap 100 gram sari biji nangka mengandung karbohidrat 18,74 gram, protein 0,29 gram, lemak 0,23 gram, kalsium 39,39 mg, kadar air 80,74 gram, kalori 74,96 kkal, fosfor 400 mg.
Agata menambahkan, tanggapan masyarakat sebanyak 20 orang, terhadap olahan sari biji nangka adalah sebanyak 71,25% menyatakan enak, sedangkan untuk olahan brownis ampas biji nangka adalah sebanyak 72,5% menyatakan enak, dan keuntungan yang bisa didapat dengan mengkonsumsi sari biji nangka dapat dilihat dari beberapa faktor, antara lain dari faktor ketersediaan bahan, segi ekonomi, segi gizi, serta segi kesehatan. Sehingga pemanfaatan biji nangka sebagai sari biji nangka dan brownis ampas biji nangka dapat dikembangkan. Untuk hasil terbaik harus dipilih dari biji nangka yang sudah tua dari varietas nangka kuning.
Dalam penelitian ini, Agata Retno Palupi melakukannya bersama Siti Rusminah dan dibimbing oleh guru pembimbing Sri Darwati, S.Pd, M.Pd. Hasil penelitian mereka tahun 2009 ini, ditetapkan sebagai pemenang harapan 2 Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tingkat nasional 2009
Kamis, 07 April 2011
The True Power Of water
Selama berabad-abad lamanya manusia selalu tergantung pada air. Manusia tidak bisa hidup tanpa adanya air. Air bisa sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan pengobatan namun air bisa juga mengakibatkan bencana yang tak terperikan. Banjir dahsyat di berbagai daerah atau peristiwa tsunami di Aceh, jelas sekali menggambarkan kekuatan alam yang mampu meluluhlantakan kota dan penduduknya hanya dengan sekali libas.
Karena dahsyatnya kekuatan air, manusia pun selayaknya memiliki ahlak terhadap air. Banyaknya pencemaran air di Indonesia yang meliputi sungai, laut, dan air tanah jelas sekali memperlihatkan betapa rendahnya ahlak manusia Indonesia terhadap air. Tidaklah mengherankan jika air pulalah yang mengakibatkan banyak bencana di Indonesia.
Buku “The True Power of Water” dan “The Secret Life of Water” yang ditulis oleh Masaru Emoto, peneliti dan pemikir independen Jepang. Dalam kedua buku tersebut, Masaru Emoto memperlihatkan efek dari doa, pikiran, lagu, dan kata-kata positif yang dapat membuat bentuk kristal air yang jelek atau biasa saja menjadi kristal hexagon yang indah.
Berikut ini dikutip kembali kata-kata dan lagu yang digunakan oleh Masaru Emoto dalam melakukan eksperimennya, yaitu :
Kata-Kata Positif :
• Kebahagiaan : kristal dengan bentuk yang seimbang nyaris sempurna, seperti berlian yang dipotong dengan amat teliti
• Terima kasih : kristal dengan bentuk teratur yang indah tidak ada tandingannya
• Cinta dan terima kasih : kristal indah yang sangat menyentuh hati
• Kamu cantik : kristal yang indah dan alami
• Suka : kristal yang menggambarkan hati yang gembira
• Tulus : terbentuk kristal yang sangat besar, seolah-olah memberi kekuatan yang sangat besar untuk menyelesaikan sesuatu
• Damai : kristal berbentuk mirip seperti orang-orang yang berkumpul dalam harmoni
• Kebersamaan : muncul kristal yang dibentuk oleh dua kristal
• Kedamaian Pikiran : membentuk kristal yang membesar dan meluas
• Cinta suami istri : saling mengasuh dan mengasihi
• Bagus sekali : terbentuk kristal indah merekah bebas
• Rileks : terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan bertumpuk
• Tenang : terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan cantik. Kata ‘tenang’ dalam bahasa Jepang adalah ‘kiraku‘ yang artinya menikmati energi ‘Ki‘ (energi ‘Qi‘ atau ‘Chi‘)
Kata-Kata Negatif :
• Ketidakbahagiaan : kristal yang samar dan lemah
• Cobalah menjadi cantik : kristal yang kurang sempurna
• Benci : bentuk kristal yang berlubang, seperti tercekik
• Kekuasaan : kristal unik yang berantakan
• Ketidakberdayaan : terbentuk kristal yang berlubang
• Kamu tolol! : kristal yang bentuknya tidak beraturan seperti angin puting beliung
• Perang : kristal seperti tertabrak pesawat jet
• Harta benda dan modal : keseimbangan hilang, muncul kekacauan
• Minyak : keseimbangan hilang, muncul kekacauan
• Penderitaan : terbentuk kristal yang tidak sempurna
• Tidak berguna : terbentuk kristal bulat yang berlubang tidak sempurna di tengahnya
• Stress : terbentuk kristal dengan kesan tertekan dan takut
• Khawatir : terbentuk kristal dengan bentuk yang mirip dengan stress di atas
Dari hasil eksperimen Masaru Emoto di atas, terlihat besarnya pengaruh doa, lagu, dan kata-kata positif terhadap kristal air. Tubuh manusia terdiri dari 70% air. Demikian pula dunia juga terdiri dari 70% air dan 30% daratan. Dengan demikian, doa, lagu, dan kata-kata positif juga akan mempunyai pengaruh positif bagi manusia dan dunia.
Hasil penelitian Masaru tentang kehidupan unik air, pengaruh diri kita masing-masing terhadap air, dan apa yang terjadi terhadap air atas interaksi kita padanya. Di dalamnya terdapat beberapa sample air dari berbagai lokasi (seperti : air keran di Sendai-Miyagi, air keran di Shinagawa-Tokyo, air keran di Katano-Osaka, air keran di Kanazawa-Ishikawa), dan masing-masing diperlihatkan (dalam bentuk gambar) kristal yang terbentuk. Kristal-kristal yang terbentuk memiliki bentuk masing-masing, dari yang tidak jelas membentuk kristal sampai membentuk kristal yang sangat indah. Sekilas tentang pengambilan gambar kristal air:pengambilan kristal air, ketika kristal mulai muncul setelah pembekuan air dengan suhu -15 derajat C (5 derajat F), dan kemudian kristal menghilang dalam 20-30 detik.
Percobaan dilakukan dengan memberi label (tulisan dengan kata-kata positif : seperti “arigato” dan negatif : seperti “kamu bodoh”) ke wadah kedua sample (yang berasal dari sumber air yang sama). Hasil yang diperlihatkan adalah air dalam wadah yang diberi label dengan kata positif memberikan bentuk kristal yang lebih indah daripada air dalam wadah yang diberi label dengan kata negatif.
Selain itu, dalam buku ini juga diperlihatkan percobaan dengan menggunakan nasi yang ditempatkan pada dua wadah identik dan masing-masing diberikan label dengan kata-kata yang positif dan negatif. Dengan seorang teman se-kosan (Mb Tina), saya mencoba-nya. Saya siapkan dua gelas kaca, dua karet, dan dua helai tisu, dan sebungkus nasi. Lalu, ke masing-masing gelas, ditaruh beberapa sendok nasi, kemudian gelas ditutup dengan tisu dan diberi karet. Pada gelas A, diberi tulisan “Kamu Bodoh” dan pada gelas B, diberi tulisan “Terima Kasih”. Kedua gelas, diletakkan di dapur. Beberapa hari kemudian, tampak jamur tumbuh di kedua gelas. Tetapi, pada gelas A, jamur yang tumbuh, berwarna hitam, sedangkan pada gelas B jamur yang tumbuh berwarna putih yang lama-kelamaan berwarna kuning. Saat itu, saya dan teman saya begitu surprise melihat kejadian itu. Menurut pendapat saya, hal itu disebabkan adanya pancaran energi dari orang (saya) yang melihat ke kedua gelas. Mungkin secara teori, saya mengetahui bahwa gelas A akan memberikan hasil yang jelek, nah pada saat melihat gelas ini, pancaran energi saya adalah energi negatif (karena secara tidak langsung, saya berharap bahwa gelas inilah yang akan menghasilkan hasil yang jelek), pun sebaliknya. Hmmm…mungkin saya perlu mencobanya kepada orang lain yang belum mengetahui percobaan ini sebelumnya, sehingga bisa lebih alami.
Yang saya tangkap dari buku ini adalah, bahwa pikiran positif akan berdampak positif pula, dan sebaliknya pikiran negatif akan membuat hidup kita terasa berat. Bagi saya, hal ini membuat saya lebih semangat untuk memperbaikki diri dan berpikiran positif atas apa yang saya alami, saya yakin ada hikmah di balik segala kejadian. Yang penting sabar, lakukan yang baik dan tinggalkan yang buruk.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” Q.S Al Baqarah : 153
“…Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. …” Q.S Al Baqarah : 233
Karena dahsyatnya kekuatan air, manusia pun selayaknya memiliki ahlak terhadap air. Banyaknya pencemaran air di Indonesia yang meliputi sungai, laut, dan air tanah jelas sekali memperlihatkan betapa rendahnya ahlak manusia Indonesia terhadap air. Tidaklah mengherankan jika air pulalah yang mengakibatkan banyak bencana di Indonesia.
Buku “The True Power of Water” dan “The Secret Life of Water” yang ditulis oleh Masaru Emoto, peneliti dan pemikir independen Jepang. Dalam kedua buku tersebut, Masaru Emoto memperlihatkan efek dari doa, pikiran, lagu, dan kata-kata positif yang dapat membuat bentuk kristal air yang jelek atau biasa saja menjadi kristal hexagon yang indah.
Berikut ini dikutip kembali kata-kata dan lagu yang digunakan oleh Masaru Emoto dalam melakukan eksperimennya, yaitu :
Kata-Kata Positif :
• Kebahagiaan : kristal dengan bentuk yang seimbang nyaris sempurna, seperti berlian yang dipotong dengan amat teliti
• Terima kasih : kristal dengan bentuk teratur yang indah tidak ada tandingannya
• Cinta dan terima kasih : kristal indah yang sangat menyentuh hati
• Kamu cantik : kristal yang indah dan alami
• Suka : kristal yang menggambarkan hati yang gembira
• Tulus : terbentuk kristal yang sangat besar, seolah-olah memberi kekuatan yang sangat besar untuk menyelesaikan sesuatu
• Damai : kristal berbentuk mirip seperti orang-orang yang berkumpul dalam harmoni
• Kebersamaan : muncul kristal yang dibentuk oleh dua kristal
• Kedamaian Pikiran : membentuk kristal yang membesar dan meluas
• Cinta suami istri : saling mengasuh dan mengasihi
• Bagus sekali : terbentuk kristal indah merekah bebas
• Rileks : terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan bertumpuk
• Tenang : terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan cantik. Kata ‘tenang’ dalam bahasa Jepang adalah ‘kiraku‘ yang artinya menikmati energi ‘Ki‘ (energi ‘Qi‘ atau ‘Chi‘)
Kata-Kata Negatif :
• Ketidakbahagiaan : kristal yang samar dan lemah
• Cobalah menjadi cantik : kristal yang kurang sempurna
• Benci : bentuk kristal yang berlubang, seperti tercekik
• Kekuasaan : kristal unik yang berantakan
• Ketidakberdayaan : terbentuk kristal yang berlubang
• Kamu tolol! : kristal yang bentuknya tidak beraturan seperti angin puting beliung
• Perang : kristal seperti tertabrak pesawat jet
• Harta benda dan modal : keseimbangan hilang, muncul kekacauan
• Minyak : keseimbangan hilang, muncul kekacauan
• Penderitaan : terbentuk kristal yang tidak sempurna
• Tidak berguna : terbentuk kristal bulat yang berlubang tidak sempurna di tengahnya
• Stress : terbentuk kristal dengan kesan tertekan dan takut
• Khawatir : terbentuk kristal dengan bentuk yang mirip dengan stress di atas
Dari hasil eksperimen Masaru Emoto di atas, terlihat besarnya pengaruh doa, lagu, dan kata-kata positif terhadap kristal air. Tubuh manusia terdiri dari 70% air. Demikian pula dunia juga terdiri dari 70% air dan 30% daratan. Dengan demikian, doa, lagu, dan kata-kata positif juga akan mempunyai pengaruh positif bagi manusia dan dunia.
Hasil penelitian Masaru tentang kehidupan unik air, pengaruh diri kita masing-masing terhadap air, dan apa yang terjadi terhadap air atas interaksi kita padanya. Di dalamnya terdapat beberapa sample air dari berbagai lokasi (seperti : air keran di Sendai-Miyagi, air keran di Shinagawa-Tokyo, air keran di Katano-Osaka, air keran di Kanazawa-Ishikawa), dan masing-masing diperlihatkan (dalam bentuk gambar) kristal yang terbentuk. Kristal-kristal yang terbentuk memiliki bentuk masing-masing, dari yang tidak jelas membentuk kristal sampai membentuk kristal yang sangat indah. Sekilas tentang pengambilan gambar kristal air:pengambilan kristal air, ketika kristal mulai muncul setelah pembekuan air dengan suhu -15 derajat C (5 derajat F), dan kemudian kristal menghilang dalam 20-30 detik.
Percobaan dilakukan dengan memberi label (tulisan dengan kata-kata positif : seperti “arigato” dan negatif : seperti “kamu bodoh”) ke wadah kedua sample (yang berasal dari sumber air yang sama). Hasil yang diperlihatkan adalah air dalam wadah yang diberi label dengan kata positif memberikan bentuk kristal yang lebih indah daripada air dalam wadah yang diberi label dengan kata negatif.
Selain itu, dalam buku ini juga diperlihatkan percobaan dengan menggunakan nasi yang ditempatkan pada dua wadah identik dan masing-masing diberikan label dengan kata-kata yang positif dan negatif. Dengan seorang teman se-kosan (Mb Tina), saya mencoba-nya. Saya siapkan dua gelas kaca, dua karet, dan dua helai tisu, dan sebungkus nasi. Lalu, ke masing-masing gelas, ditaruh beberapa sendok nasi, kemudian gelas ditutup dengan tisu dan diberi karet. Pada gelas A, diberi tulisan “Kamu Bodoh” dan pada gelas B, diberi tulisan “Terima Kasih”. Kedua gelas, diletakkan di dapur. Beberapa hari kemudian, tampak jamur tumbuh di kedua gelas. Tetapi, pada gelas A, jamur yang tumbuh, berwarna hitam, sedangkan pada gelas B jamur yang tumbuh berwarna putih yang lama-kelamaan berwarna kuning. Saat itu, saya dan teman saya begitu surprise melihat kejadian itu. Menurut pendapat saya, hal itu disebabkan adanya pancaran energi dari orang (saya) yang melihat ke kedua gelas. Mungkin secara teori, saya mengetahui bahwa gelas A akan memberikan hasil yang jelek, nah pada saat melihat gelas ini, pancaran energi saya adalah energi negatif (karena secara tidak langsung, saya berharap bahwa gelas inilah yang akan menghasilkan hasil yang jelek), pun sebaliknya. Hmmm…mungkin saya perlu mencobanya kepada orang lain yang belum mengetahui percobaan ini sebelumnya, sehingga bisa lebih alami.
Yang saya tangkap dari buku ini adalah, bahwa pikiran positif akan berdampak positif pula, dan sebaliknya pikiran negatif akan membuat hidup kita terasa berat. Bagi saya, hal ini membuat saya lebih semangat untuk memperbaikki diri dan berpikiran positif atas apa yang saya alami, saya yakin ada hikmah di balik segala kejadian. Yang penting sabar, lakukan yang baik dan tinggalkan yang buruk.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” Q.S Al Baqarah : 153
“…Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. …” Q.S Al Baqarah : 233
Langganan:
Komentar (Atom)
