Kamis, 07 April 2011

The True Power Of water

Selama berabad-abad lamanya manusia selalu tergantung pada air. Manusia tidak bisa hidup tanpa adanya air. Air bisa sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan pengobatan namun air bisa juga mengakibatkan bencana yang tak terperikan. Banjir dahsyat di berbagai daerah atau peristiwa tsunami di Aceh, jelas sekali menggambarkan kekuatan alam yang mampu meluluhlantakan kota dan penduduknya hanya dengan sekali libas.
Karena dahsyatnya kekuatan air, manusia pun selayaknya memiliki ahlak terhadap air. Banyaknya pencemaran air di Indonesia yang meliputi sungai, laut, dan air tanah jelas sekali memperlihatkan betapa rendahnya ahlak manusia Indonesia terhadap air. Tidaklah mengherankan jika air pulalah yang mengakibatkan banyak bencana di Indonesia.
Buku “The True Power of Water” dan “The Secret Life of Water” yang ditulis oleh Masaru Emoto, peneliti dan pemikir independen Jepang. Dalam kedua buku tersebut, Masaru Emoto memperlihatkan efek dari doa, pikiran, lagu, dan kata-kata positif yang dapat membuat bentuk kristal air yang jelek atau biasa saja menjadi kristal hexagon yang indah.
Berikut ini dikutip kembali kata-kata dan lagu yang digunakan oleh Masaru Emoto dalam melakukan eksperimennya, yaitu :
Kata-Kata Positif :
• Kebahagiaan : kristal dengan bentuk yang seimbang nyaris sempurna, seperti berlian yang dipotong dengan amat teliti
• Terima kasih : kristal dengan bentuk teratur yang indah tidak ada tandingannya
• Cinta dan terima kasih : kristal indah yang sangat menyentuh hati
• Kamu cantik : kristal yang indah dan alami
• Suka : kristal yang menggambarkan hati yang gembira
• Tulus : terbentuk kristal yang sangat besar, seolah-olah memberi kekuatan yang sangat besar untuk menyelesaikan sesuatu
• Damai : kristal berbentuk mirip seperti orang-orang yang berkumpul dalam harmoni
• Kebersamaan : muncul kristal yang dibentuk oleh dua kristal
• Kedamaian Pikiran : membentuk kristal yang membesar dan meluas
• Cinta suami istri : saling mengasuh dan mengasihi
• Bagus sekali : terbentuk kristal indah merekah bebas
• Rileks : terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan bertumpuk
• Tenang : terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan cantik. Kata ‘tenang’ dalam bahasa Jepang adalah ‘kiraku‘ yang artinya menikmati energi ‘Ki‘ (energi ‘Qi‘ atau ‘Chi‘)
Kata-Kata Negatif :
• Ketidakbahagiaan : kristal yang samar dan lemah
• Cobalah menjadi cantik : kristal yang kurang sempurna
• Benci : bentuk kristal yang berlubang, seperti tercekik
• Kekuasaan : kristal unik yang berantakan
• Ketidakberdayaan : terbentuk kristal yang berlubang
• Kamu tolol! : kristal yang bentuknya tidak beraturan seperti angin puting beliung
• Perang : kristal seperti tertabrak pesawat jet
• Harta benda dan modal : keseimbangan hilang, muncul kekacauan
• Minyak : keseimbangan hilang, muncul kekacauan
• Penderitaan : terbentuk kristal yang tidak sempurna
• Tidak berguna : terbentuk kristal bulat yang berlubang tidak sempurna di tengahnya
• Stress : terbentuk kristal dengan kesan tertekan dan takut
• Khawatir : terbentuk kristal dengan bentuk yang mirip dengan stress di atas
Dari hasil eksperimen Masaru Emoto di atas, terlihat besarnya pengaruh doa, lagu, dan kata-kata positif terhadap kristal air. Tubuh manusia terdiri dari 70% air. Demikian pula dunia juga terdiri dari 70% air dan 30% daratan. Dengan demikian, doa, lagu, dan kata-kata positif juga akan mempunyai pengaruh positif bagi manusia dan dunia.
Hasil penelitian Masaru tentang kehidupan unik air, pengaruh diri kita masing-masing terhadap air, dan apa yang terjadi terhadap air atas interaksi kita padanya. Di dalamnya terdapat beberapa sample air dari berbagai lokasi (seperti : air keran di Sendai-Miyagi, air keran di Shinagawa-Tokyo, air keran di Katano-Osaka, air keran di Kanazawa-Ishikawa), dan masing-masing diperlihatkan (dalam bentuk gambar) kristal yang terbentuk. Kristal-kristal yang terbentuk memiliki bentuk masing-masing, dari yang tidak jelas membentuk kristal sampai membentuk kristal yang sangat indah. Sekilas tentang pengambilan gambar kristal air:pengambilan kristal air, ketika kristal mulai muncul setelah pembekuan air dengan suhu -15 derajat C (5 derajat F), dan kemudian kristal menghilang dalam 20-30 detik.
Percobaan dilakukan dengan memberi label (tulisan dengan kata-kata positif : seperti “arigato” dan negatif : seperti “kamu bodoh”) ke wadah kedua sample (yang berasal dari sumber air yang sama). Hasil yang diperlihatkan adalah air dalam wadah yang diberi label dengan kata positif memberikan bentuk kristal yang lebih indah daripada air dalam wadah yang diberi label dengan kata negatif.
Selain itu, dalam buku ini juga diperlihatkan percobaan dengan menggunakan nasi yang ditempatkan pada dua wadah identik dan masing-masing diberikan label dengan kata-kata yang positif dan negatif. Dengan seorang teman se-kosan (Mb Tina), saya mencoba-nya. Saya siapkan dua gelas kaca, dua karet, dan dua helai tisu, dan sebungkus nasi. Lalu, ke masing-masing gelas, ditaruh beberapa sendok nasi, kemudian gelas ditutup dengan tisu dan diberi karet. Pada gelas A, diberi tulisan “Kamu Bodoh” dan pada gelas B, diberi tulisan “Terima Kasih”. Kedua gelas, diletakkan di dapur. Beberapa hari kemudian, tampak jamur tumbuh di kedua gelas. Tetapi, pada gelas A, jamur yang tumbuh, berwarna hitam, sedangkan pada gelas B jamur yang tumbuh berwarna putih yang lama-kelamaan berwarna kuning. Saat itu, saya dan teman saya begitu surprise melihat kejadian itu. Menurut pendapat saya, hal itu disebabkan adanya pancaran energi dari orang (saya) yang melihat ke kedua gelas. Mungkin secara teori, saya mengetahui bahwa gelas A akan memberikan hasil yang jelek, nah pada saat melihat gelas ini, pancaran energi saya adalah energi negatif (karena secara tidak langsung, saya berharap bahwa gelas inilah yang akan menghasilkan hasil yang jelek), pun sebaliknya. Hmmm…mungkin saya perlu mencobanya kepada orang lain yang belum mengetahui percobaan ini sebelumnya, sehingga bisa lebih alami.
Yang saya tangkap dari buku ini adalah, bahwa pikiran positif akan berdampak positif pula, dan sebaliknya pikiran negatif akan membuat hidup kita terasa berat. Bagi saya, hal ini membuat saya lebih semangat untuk memperbaikki diri dan berpikiran positif atas apa yang saya alami, saya yakin ada hikmah di balik segala kejadian. Yang penting sabar, lakukan yang baik dan tinggalkan yang buruk.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” Q.S Al Baqarah : 153
“…Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. …” Q.S Al Baqarah : 233

Tidak ada komentar:

Posting Komentar